Gunung Arjuno (atau Gunung Arjuna, dalam nama kuna) terletak di Malang, Jawa Timur, bertipe Strato dengan ketinggian 3.339 m dpl dan berada di bawah Pengelolaan Tahura Raden Soeryo. Biasanya gunung ini dicapai dari tiga titik pendakian yang cukup dikenal yaitu dari Lawang, Tretes dan Batu.
Gunung Arjuno bersebelahan dengan Gunung Welirang. Puncak Gunung Arjuno terletak pada satu punggungan yang sama dengan puncak gunung Welirang. Selain dari dua tempat diatas Gunung Arjuno dapat didaki dari berbagai arah yang lain. Gunung yang terletak di sebelah barat Batu, Malang - Jawa Timur ini juga merupakan salah satu tujuan pendakian. Disamping tingginya yang telah mencapai lebih dari 3000 meter, di gunung ini terdapat beberapa objek wisata. Salah satunya adalah objek wisata air terjun Kakek Bodo yang juga merupakan salah satu jalur pendakian menuju puncak Gunung Arjuna. Meskipun selain objek wisata air terjun Kakek Bodo terdapat pula air terjun lain, tetapi para wisatawan jarang yang mendatangi air terjun lainnya, mungkin karena letak dan sarana wisatanya kurang mendukung.
Gunung Arjuno mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Gunung Arjuno dapat didaki dan berbagai arah, arah Utara (Tretes) melalui Gunung Welirang,dan arah Timur (Lawang) dan dari arah Barat (Batu-Selecta), dan arah selatan (Karangploso), juga dari kecamatan Singosari melalui desa Sumberawan. Desa Sumberawan adalah desa pusat kerajinan tangan di kecamatan Singosari, Malang dan merupakan desa terakhir untuk mempersiapkan diri sebelum memulai pendakian.
http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Arjuno
Selasa, 12 Juli 2011
gunung arjuno
Gunung Arjuna dengan ketinggian 3.339 mdpl,
Dilereng-lereng gunung Arjuna yang berketinggian 3.339 mdpl tersebut banyak terdapat arca maupun candi peninggalan kerajaan Majapahit. Situs-situs kuno dan bersejarah ini banyak berserakan mulai dari kaki gunung sampai di puncak gunung arjuna.
Situs-situs Candi dan patung pemujaan peninggalan Jaman Majapahit itu hanya dapat dijumpai di jalur pendakian Purwosari, yakni tepatnya dari desa Tambak watu kec. purwodadi, kab. pasuruan.
Dari desa Tambak Watu diatas ketinggian 1.000 mdpl, inilah awal pendakian menapaki jalan setapak menuju puncak Arjuna. Pendakian akan melewati hutan pinus yang tertata rapi, sementara di sela-sela pohon pinus tersebut banyak ditanami pohon kopi dan pohon pisang. Suasana tenang, adem, ayem mulai terasa begitu memasuki kawasan ini.
Sampai di ketinggian 1.300 mdpl kita bisa jumpai sebuah gua yang bernama Gua Antaboga. Goa ini berada di bawah tebing batu menghadap utara,dengan kedalaman 1,5 m, lebar 1 m, serta mempunyai ketinggian 1,25 m. Di depan gua terbapat sebuah pondokan yang bisa digunakan para peziarah untuk melepas penat setelah satu setengah jam berjalan menuju goa ini.
Dengan melewati jalan setapak yang terus menanjak, sementara di kiri kanan jalan nampak semak belukar yang masih rapat dan beberapa bunga liar, sampailah di punden Eyang Madrem. Perjalanan dari Goa Antaboga, Punden Eyang Madrem bisa ditempuh sekitar satu jam dengan berjalan kaki.
Situs ini hanyalah berupa cungkup yang beratap genteng dengan luas sekitar 1,5 x 1,5 m, berdiri di atas sebuah pondasi batu bata setinggi 3 m. Diatasnya terdapat batu andezit yang disusun berjejer tiga.
Dari Candi Manunggale Suci, kita berjalan ke arah kiri mendaki bukit terjal diantara pohon-pohon pinus. Dengan menyusuri punggungan bukit, jalan setapak berada di pinggiran jurang dalam yang berbatuan, dan deru angin kencang serta kabut yang sering muncul, menambah seramnya suasana.
Mendaki di jalur ini harus ekstra hati-hati terutama bila dilakukan di malam hari. Setelah berjalan sekitar 1 jam kita berbelok ke kanan mengikuti alur punggung bukit yang semakin terjal dan berbatu-batu. Dari tempat ini kita bisa melihat jurang dalam yang sangat indah, sesekali nampak elang jawa terbang mencari makan. Puncak gunung Arjuna juga kelihatan di depan mata.
Dengan berjalan sekitar 2 jam menyusuri punggung bukit yang berbatuan kita akan sampai di pertemuan dua buah punggung bukit, kemudian kita menyusuri lereng jurang yang mengitari puncak Arjuna. 1/2 jam kemudian dengan mengitari puncak arjuna yang banyak batu besarnya kita akan tiba di pertemuan jalur purwosari dan jalur Lawang.
Selanjutnya kita harus menempuh padang rumput yang banyak ditumbuhi bunga edelweis, jalur ini sangat terjal melintasi tanah yang berdebu, sekitar 1/2 jam kita akan sampai di puncak gunung arjuna yang disebut puncak Ogal-agil atau puncak Ringgit, sebelumnya kita harus melewati batu-batuan yang berserakan. Para pejiarah membangun undak-undakan yang tersusun dari batu-batu andesit yang ditata rapi, untuk melangkah ke puncak Gn.Arjuna.
Disekitar puncak gunung Arjuna banyak terdapat batu-batu besar yang berserakan, di sebelah utara puncak berupa jurang terjal berbatu-batu yang sangat indah. Sangat disayangkan batu-batu besar di puncak gunung Arjuna ini telah dicemari oleh coretan-coretan tangan-tangan mereka yang mengaku "Pecinta Alam".
Ke arah barat tampak di depan kita gunung Welirang yang selalu mengeluarkan asap, disamping gunung Welirang ke arah Barat Laut tampak gunung penanggungan yang runcing sempurna, dengan puncak yang menyerupai gunung semeru.
Kearah timur kita dapat menyaksikan puncak gunung semeru yang sangat menawan. Di sebelah selatan kita berdiri gunung Kawi dan gunung Anjasmoro.
http://www.facebook.com/topic.php?uid=124495097576212&topic=237
Dilereng-lereng gunung Arjuna yang berketinggian 3.339 mdpl tersebut banyak terdapat arca maupun candi peninggalan kerajaan Majapahit. Situs-situs kuno dan bersejarah ini banyak berserakan mulai dari kaki gunung sampai di puncak gunung arjuna.
Situs-situs Candi dan patung pemujaan peninggalan Jaman Majapahit itu hanya dapat dijumpai di jalur pendakian Purwosari, yakni tepatnya dari desa Tambak watu kec. purwodadi, kab. pasuruan.
Dari desa Tambak Watu diatas ketinggian 1.000 mdpl, inilah awal pendakian menapaki jalan setapak menuju puncak Arjuna. Pendakian akan melewati hutan pinus yang tertata rapi, sementara di sela-sela pohon pinus tersebut banyak ditanami pohon kopi dan pohon pisang. Suasana tenang, adem, ayem mulai terasa begitu memasuki kawasan ini.
Sampai di ketinggian 1.300 mdpl kita bisa jumpai sebuah gua yang bernama Gua Antaboga. Goa ini berada di bawah tebing batu menghadap utara,dengan kedalaman 1,5 m, lebar 1 m, serta mempunyai ketinggian 1,25 m. Di depan gua terbapat sebuah pondokan yang bisa digunakan para peziarah untuk melepas penat setelah satu setengah jam berjalan menuju goa ini.
Dengan melewati jalan setapak yang terus menanjak, sementara di kiri kanan jalan nampak semak belukar yang masih rapat dan beberapa bunga liar, sampailah di punden Eyang Madrem. Perjalanan dari Goa Antaboga, Punden Eyang Madrem bisa ditempuh sekitar satu jam dengan berjalan kaki.
Situs ini hanyalah berupa cungkup yang beratap genteng dengan luas sekitar 1,5 x 1,5 m, berdiri di atas sebuah pondasi batu bata setinggi 3 m. Diatasnya terdapat batu andezit yang disusun berjejer tiga.
Dari Candi Manunggale Suci, kita berjalan ke arah kiri mendaki bukit terjal diantara pohon-pohon pinus. Dengan menyusuri punggungan bukit, jalan setapak berada di pinggiran jurang dalam yang berbatuan, dan deru angin kencang serta kabut yang sering muncul, menambah seramnya suasana.
Mendaki di jalur ini harus ekstra hati-hati terutama bila dilakukan di malam hari. Setelah berjalan sekitar 1 jam kita berbelok ke kanan mengikuti alur punggung bukit yang semakin terjal dan berbatu-batu. Dari tempat ini kita bisa melihat jurang dalam yang sangat indah, sesekali nampak elang jawa terbang mencari makan. Puncak gunung Arjuna juga kelihatan di depan mata.
Dengan berjalan sekitar 2 jam menyusuri punggung bukit yang berbatuan kita akan sampai di pertemuan dua buah punggung bukit, kemudian kita menyusuri lereng jurang yang mengitari puncak Arjuna. 1/2 jam kemudian dengan mengitari puncak arjuna yang banyak batu besarnya kita akan tiba di pertemuan jalur purwosari dan jalur Lawang.
Selanjutnya kita harus menempuh padang rumput yang banyak ditumbuhi bunga edelweis, jalur ini sangat terjal melintasi tanah yang berdebu, sekitar 1/2 jam kita akan sampai di puncak gunung arjuna yang disebut puncak Ogal-agil atau puncak Ringgit, sebelumnya kita harus melewati batu-batuan yang berserakan. Para pejiarah membangun undak-undakan yang tersusun dari batu-batu andesit yang ditata rapi, untuk melangkah ke puncak Gn.Arjuna.
Disekitar puncak gunung Arjuna banyak terdapat batu-batu besar yang berserakan, di sebelah utara puncak berupa jurang terjal berbatu-batu yang sangat indah. Sangat disayangkan batu-batu besar di puncak gunung Arjuna ini telah dicemari oleh coretan-coretan tangan-tangan mereka yang mengaku "Pecinta Alam".
Ke arah barat tampak di depan kita gunung Welirang yang selalu mengeluarkan asap, disamping gunung Welirang ke arah Barat Laut tampak gunung penanggungan yang runcing sempurna, dengan puncak yang menyerupai gunung semeru.
Kearah timur kita dapat menyaksikan puncak gunung semeru yang sangat menawan. Di sebelah selatan kita berdiri gunung Kawi dan gunung Anjasmoro.
http://www.facebook.com/topic.php?uid=124495097576212&topic=237
hiking
rihlah dan hiking ke gunung arjuno pasuruan
persyaratan :
1.min usia 16 tahun
2. sehat jasmani rohani
3. muslimah only
perlengkapan yang dibawa:
1. fotocopy ktp/ktm/sim
2. alat sholat, baju hangat, baju, slayer, kaos kaki, obat pribadi, sepatu kets
3. air mineral 1,5 ltr, roti/mie instan (unt sarapan), bekal untuk makan malam, snack
4. senter, kresek, tas ransel, lotion anti nyamuk, ponco, koran
cp hubungi : 085731344423
pendaftaran : daftar (spasi) alamat (spasi) no.hp
maksimal tanggal 14 juli 2011
mohon bantuan untuk disebar
jazzakumullah
Senin, 04 Juli 2011
KEUTAMAAN BULAN SYA'BAN
HARI ini kita memasuki bulan Sya’ban kembali. Nama bulan yang tidak begitu akrab bagi sebagian masyarakat kita. Berbeda dengan bulan-bulan lain, seperti Muharram, Rabiul Awwal, Rajab, Ramadhan, atau Dzulhijjah.
Di sekolah-sekolah umum dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam tidak banyak mengulas tentang bulan Sya’ban. Paling-paling hanya sekedar menyebutkan puasa sunnah diantaranya puasa di bulan Sya’ban. Pada hal bulan Sya’ban ini termasuk bulan yang disukai Rasulullah SAW, karena menurut beliau pada bulan ini diangkatnya amal-amal kepada Rabbul ’alamin, Allah SWT.
Kalender hijriyah memiliki dua belas bulan sebagaimana kalender masehi. Hanya tahun hijriyah ini dihitung berdasarkan peredaran bulan, sedangkan tahun masehi berdasarkan peredaran matahari. Satu tahun hijriyah yang terdiri dua belas bulan ini disebutkan di dalam Al-Quran. ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi,…” ( QS. At-Taubah [9] : 36 ).
Hari-hari pada penanggalan hijriyah yang dimulai bulan Muharram ini bisa terdiri dari 29 atau 30 hari. Berbeda dengan penanggalan masehi yang bisa berjumlah 28 sampai 31 hari dalam satu bulan. Sehingga setiap tahun terjadi pergeseran sekitar sebelah hari dalam penanggalan masehi. Sebagai contoh, misalnya tahun baru hijriyah 1 Muharram 1427 bertepatan dengan tanggal 31 Januari 2006, tahun baru 1428 pada tanggal 20 Januari 2007, tahun baru 1429 pada tanggal 10 Januari 2008. Sedangkan 1 Muharram 1430 masih di tahun 2008, tepatnya tanggal 29 Desember. Sedangkan tahun baru hijriyyah 1431— tahun ini — bertepatan dengan tanggal 18 Desember 2009.
Kata Sya’ban, menurut Ensiklopedi Islam, berasal dari kata syi’ab (jalan di atas gunung ). Dikatakan Sya’ban karena pada bulan itu ditemui berbagai jalan untuk mencapai kebaikan. Menurut Syekh ‘Alamuddin as-Sakhawi, kata Sya’ban berasal dari kalimat ‘Tasya’ubil Qabail’ artinya berpecahnya kabilah-kabilah atau berpisah-pisahnya (bercabang-cabang) mereka. Sedangkan Cyril Glasse mengartikan kata Sya’ban sebagai ‘bulan pembagian’.
Bulan Sya’ban — yang hari ini memasuki tanggal 1 tahun 1431– memiliki keutamaan. Masyarakat Muslim banyak yang tidak mengetahui bahwa Sya’ban ini termasuk bulan yang disukai Rasulullah SAW. Beliau banyak melakukan puasa pada bulan tersebut, bahkan menurut beberapa riwayat Rasulullah SAW berpuasa sebulan penuh.
Pada bulan Sya’ban ini, amalan-amalan kita dilaporkan kepada Allah SWT oleh malaikat-malaikat pencatat amal, apakah itu amal kebaikan atau amal keburukan. Oleh karena itu Rasulullah SAW banyak melakukan puasa pada bulan ini.
Rasulullah SAW ketika ditanya oleh beberapa orang shahabat tentang latar belakang puasanya di bulan Sya’ban itu, menjawab, “Bulan diangkatnya amal-amal kepada Robbul ‘alamin. Maka aku ingin diangkat amalku dan aku sedang puasa” ( HR. Nasa’i ).
Ada beberapa riwayat hadits yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sangat mencintai bulan Sya’ban. Kecintaannya itu ditunjukkan melalui sikap dan perbuatannya yang mencerminkan bahwa bulan Sya’ban ini memiliki nilai keutamaan tersendiri.
Keutamaan Sya’ban ini disampaikan Rasulullah SAW, yang menurut penilaian para ahli hadits termasuk hadits yang shahih. Abdullah bin Abi Qais telah mendengar Aisyah berkata, ”Termasuk bulan yang paling disukai Rasulullah untuk melaksanakan puasa adalah bulan Sya’ban, lalu beliau menyambungnya dengan bulan Ramadhan (HR. Ahmad, Abu Daud, dan al-Hakim).
Dalam riwayat lain, Usamah bin Zaid berkata,”Aku telah bertanya, ’Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau puasa di bulan-bulan lainnya seperti puasa engkau di bulan Sya’ban?’ Beliau menjawab, ‘Itu adalah bulan yang dilupakan banyak manusia, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Itu adalah bulan di mana amal-amal diangkat kepada Penguasa alam semesta (Allah), dan aku sangat suka jika amalku diangkat dan aku sedang berpuasa.” (HR. Ahmad dan Nasa’i).
Di samping hadits-hadits shahih seperti tersebut di atas, ada beberapa buku yang ditulis berbicara tentang keutamaan bulan Sya’ban. Tapi ada beberapa dalil yang dibuat-buat, bahkan dipalsukan. Sehingga tidak layak untuk dijadikan sebagai landasan akan keutamaan bulan Sya’ban itu sendiri.
Beberapa dalil yang dinyatakan oleh para ulama pakar ilmu hadits sebagai hadits palsu (maudhu’) berbicara tentang keutamaan bulan Sya’ban. Riwayat itu di antaranya,”Keutamaan bulan Sya’ban dibanding bulan-bulan lainnya seperti keutamaanku dibanding seluruh para nabi. Dan keutamaan bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya seperti keutamaan Allah dibanding para hamba-Nya.”
Imam Ibnu Hajar mengatakan,”hadits tersebut palsu (maudhu’). Karena as-Saqthi salah seorang perawinya terkenal sebagai pemalsu hadits dan sanad. Dan perawi-perawi lainnya dalam hadits itu sama sekali tidak pernah meriwayatkan hadits ini. Dengan demikian, jelas sekali bahwa hadits itu buatan as-Saqthi sendiri”.
Walaupun kita mengetahui keutamaan bulan Sya’ban ini, namun kita tidak boleh melakukan sesuatu dengan cara-cara yang tidak dicontohkan Rasulullah SAW. Hadits-hadits shahih di atas menjelaskan kepada kita, bahwa untuk memperoleh keutamaan dari bulan Sya’ban ini dengan melakukan puasa.
Barangkali karena keutamaan itulah yang menjadikan sebagian masyarakat Muslim kita melakukan ibadah dan ritual-ritual tertentu pada pertengahan bulan ini ( nishfu Sya’ban ). Mereka melakukan shalat khusus dan membaca Surah Yasin beberapa kali dengan cara tersendiri. Amalan-amalan itu mereka yakini bisa menambah rizki, memanjangkan umur dan menolak bala.
Membaca Surah Yasin tentu sangat baik, tetapi menjadi tidak tepat bila hal itu dilakukan khusus untuk menyambut nishfu Sya’ban dan menganggap bahwa itu ada sumber haditsnya. Dan itu semua tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Setiap waktu, hari, dan bulan yang kita lalui adalah milik Allah SWT. Kita tidak boleh mengistimewakan satu waktu atau hari dengan waktu atau hari lainnya kalau Sang Pemilik waktu itu tidak mengistimewakannya. Apalagi kalau untuk mengistimewakan waktu-waktu tersebut disertai dengan melakukan ritual atau ibadah tertentu. Sedangkan Allah sendiri yang kita sembah dan kita jadikan tujuan ibadah itu tidak memerintahkannya atau menganjurkannya.
ððð
DAFTAR RUJUKAN
Azra, Azyumardi (Pemred). 2001. Ensiklopedi Islam. Jakarta : PT Ichtiar Baru van Hoeve
Glasee, Cyril. 2002. Ensiklopedi Islam (Ringkas), Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
Majalah Ghoib, Edisi 71 Th. 4, 14 Ramadhan 1427 / 7 Oktober 2006
Pic. © republika.co.id
http://abdaz.wordpress.com/2010/07/13/keutamaan-bulan-sya%E2%80%99ban-yang-sering-terlupakan/
Di sekolah-sekolah umum dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam tidak banyak mengulas tentang bulan Sya’ban. Paling-paling hanya sekedar menyebutkan puasa sunnah diantaranya puasa di bulan Sya’ban. Pada hal bulan Sya’ban ini termasuk bulan yang disukai Rasulullah SAW, karena menurut beliau pada bulan ini diangkatnya amal-amal kepada Rabbul ’alamin, Allah SWT.
Kalender hijriyah memiliki dua belas bulan sebagaimana kalender masehi. Hanya tahun hijriyah ini dihitung berdasarkan peredaran bulan, sedangkan tahun masehi berdasarkan peredaran matahari. Satu tahun hijriyah yang terdiri dua belas bulan ini disebutkan di dalam Al-Quran. ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi,…” ( QS. At-Taubah [9] : 36 ).
Hari-hari pada penanggalan hijriyah yang dimulai bulan Muharram ini bisa terdiri dari 29 atau 30 hari. Berbeda dengan penanggalan masehi yang bisa berjumlah 28 sampai 31 hari dalam satu bulan. Sehingga setiap tahun terjadi pergeseran sekitar sebelah hari dalam penanggalan masehi. Sebagai contoh, misalnya tahun baru hijriyah 1 Muharram 1427 bertepatan dengan tanggal 31 Januari 2006, tahun baru 1428 pada tanggal 20 Januari 2007, tahun baru 1429 pada tanggal 10 Januari 2008. Sedangkan 1 Muharram 1430 masih di tahun 2008, tepatnya tanggal 29 Desember. Sedangkan tahun baru hijriyyah 1431— tahun ini — bertepatan dengan tanggal 18 Desember 2009.
Kata Sya’ban, menurut Ensiklopedi Islam, berasal dari kata syi’ab (jalan di atas gunung ). Dikatakan Sya’ban karena pada bulan itu ditemui berbagai jalan untuk mencapai kebaikan. Menurut Syekh ‘Alamuddin as-Sakhawi, kata Sya’ban berasal dari kalimat ‘Tasya’ubil Qabail’ artinya berpecahnya kabilah-kabilah atau berpisah-pisahnya (bercabang-cabang) mereka. Sedangkan Cyril Glasse mengartikan kata Sya’ban sebagai ‘bulan pembagian’.
Bulan Sya’ban — yang hari ini memasuki tanggal 1 tahun 1431– memiliki keutamaan. Masyarakat Muslim banyak yang tidak mengetahui bahwa Sya’ban ini termasuk bulan yang disukai Rasulullah SAW. Beliau banyak melakukan puasa pada bulan tersebut, bahkan menurut beberapa riwayat Rasulullah SAW berpuasa sebulan penuh.
Pada bulan Sya’ban ini, amalan-amalan kita dilaporkan kepada Allah SWT oleh malaikat-malaikat pencatat amal, apakah itu amal kebaikan atau amal keburukan. Oleh karena itu Rasulullah SAW banyak melakukan puasa pada bulan ini.
Rasulullah SAW ketika ditanya oleh beberapa orang shahabat tentang latar belakang puasanya di bulan Sya’ban itu, menjawab, “Bulan diangkatnya amal-amal kepada Robbul ‘alamin. Maka aku ingin diangkat amalku dan aku sedang puasa” ( HR. Nasa’i ).
Ada beberapa riwayat hadits yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sangat mencintai bulan Sya’ban. Kecintaannya itu ditunjukkan melalui sikap dan perbuatannya yang mencerminkan bahwa bulan Sya’ban ini memiliki nilai keutamaan tersendiri.
Keutamaan Sya’ban ini disampaikan Rasulullah SAW, yang menurut penilaian para ahli hadits termasuk hadits yang shahih. Abdullah bin Abi Qais telah mendengar Aisyah berkata, ”Termasuk bulan yang paling disukai Rasulullah untuk melaksanakan puasa adalah bulan Sya’ban, lalu beliau menyambungnya dengan bulan Ramadhan (HR. Ahmad, Abu Daud, dan al-Hakim).
Dalam riwayat lain, Usamah bin Zaid berkata,”Aku telah bertanya, ’Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau puasa di bulan-bulan lainnya seperti puasa engkau di bulan Sya’ban?’ Beliau menjawab, ‘Itu adalah bulan yang dilupakan banyak manusia, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Itu adalah bulan di mana amal-amal diangkat kepada Penguasa alam semesta (Allah), dan aku sangat suka jika amalku diangkat dan aku sedang berpuasa.” (HR. Ahmad dan Nasa’i).
Di samping hadits-hadits shahih seperti tersebut di atas, ada beberapa buku yang ditulis berbicara tentang keutamaan bulan Sya’ban. Tapi ada beberapa dalil yang dibuat-buat, bahkan dipalsukan. Sehingga tidak layak untuk dijadikan sebagai landasan akan keutamaan bulan Sya’ban itu sendiri.
Beberapa dalil yang dinyatakan oleh para ulama pakar ilmu hadits sebagai hadits palsu (maudhu’) berbicara tentang keutamaan bulan Sya’ban. Riwayat itu di antaranya,”Keutamaan bulan Sya’ban dibanding bulan-bulan lainnya seperti keutamaanku dibanding seluruh para nabi. Dan keutamaan bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya seperti keutamaan Allah dibanding para hamba-Nya.”
Imam Ibnu Hajar mengatakan,”hadits tersebut palsu (maudhu’). Karena as-Saqthi salah seorang perawinya terkenal sebagai pemalsu hadits dan sanad. Dan perawi-perawi lainnya dalam hadits itu sama sekali tidak pernah meriwayatkan hadits ini. Dengan demikian, jelas sekali bahwa hadits itu buatan as-Saqthi sendiri”.
Walaupun kita mengetahui keutamaan bulan Sya’ban ini, namun kita tidak boleh melakukan sesuatu dengan cara-cara yang tidak dicontohkan Rasulullah SAW. Hadits-hadits shahih di atas menjelaskan kepada kita, bahwa untuk memperoleh keutamaan dari bulan Sya’ban ini dengan melakukan puasa.
Barangkali karena keutamaan itulah yang menjadikan sebagian masyarakat Muslim kita melakukan ibadah dan ritual-ritual tertentu pada pertengahan bulan ini ( nishfu Sya’ban ). Mereka melakukan shalat khusus dan membaca Surah Yasin beberapa kali dengan cara tersendiri. Amalan-amalan itu mereka yakini bisa menambah rizki, memanjangkan umur dan menolak bala.
Membaca Surah Yasin tentu sangat baik, tetapi menjadi tidak tepat bila hal itu dilakukan khusus untuk menyambut nishfu Sya’ban dan menganggap bahwa itu ada sumber haditsnya. Dan itu semua tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Setiap waktu, hari, dan bulan yang kita lalui adalah milik Allah SWT. Kita tidak boleh mengistimewakan satu waktu atau hari dengan waktu atau hari lainnya kalau Sang Pemilik waktu itu tidak mengistimewakannya. Apalagi kalau untuk mengistimewakan waktu-waktu tersebut disertai dengan melakukan ritual atau ibadah tertentu. Sedangkan Allah sendiri yang kita sembah dan kita jadikan tujuan ibadah itu tidak memerintahkannya atau menganjurkannya.
ððð
DAFTAR RUJUKAN
Azra, Azyumardi (Pemred). 2001. Ensiklopedi Islam. Jakarta : PT Ichtiar Baru van Hoeve
Glasee, Cyril. 2002. Ensiklopedi Islam (Ringkas), Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
Majalah Ghoib, Edisi 71 Th. 4, 14 Ramadhan 1427 / 7 Oktober 2006
Pic. © republika.co.id
http://abdaz.wordpress.com/2010/07/13/keutamaan-bulan-sya%E2%80%99ban-yang-sering-terlupakan/
SEHAT DENGAN PUASA
Puasa memberi manfaat kesehatan terhadap tubuh. Di beberapa negara maju, puasa dijadikan terapi terhadap beberapa penyakit degeneratif.
Ibadah puasa bukan hanya dikenal dalam agama Islam. Tetapi juga dalam ajaran agama-agama lain. Ibadah puasa, secara teknis berlangsung sekitar 12 jam. Puasa secara kimia, tidak diakhiri ketika simpanan karbohidrat ditubuh mulai ditubuh mulai digunakan sebagai sumber energi. Ia akan terus berlanjut selama simpanan lemak dan karbohidrat digunakan untuk energi. Ia akan terus berlanjut selama simpanan lemak dan karbohidrat digunakan untuk energi. Beda dengan pemakaian simpanan protein. Ketika simpanan protein dihabiskan untuk energi, yang mengakibatkan hilangnya masa otot, secara teknis orang bersangkutan akan merasa kelaparan.
Dari aspek gizi, puasa paling tidak akan mengurangi asupan zat gizi, terutama kalori, sekitar 20% sampai 30%. Namun, dari aspek kesehatan, puasa ternyata memberi manfaat terhadap tubuh orang yang menahan lapar dan haus tersebut. Maka, dibeberapa negara maju, puasa dijadikan sebagai salah satu upaya terapi terapi terhadap beberapa penyakit degeneratif.
Puasa sebagaimana diketahui dari ajaran agama, memberi manfaat bagi kesehatan tubuh dan jiwa pelakunya. Tidak sedikit komunitas pengguna pengobatan alternatif di dunia percaya, meyakini, bahwa berpuasa dapat memberikan keajaiban bagi tubuh manusia. Sebab ajaran ini juga dikenal dalam masyarakat Kristen dan masyarakat Yahudi.
Orang-orang berpuasa akan mengalami perubahan bentukl tubuh, akibat kurang makan, kurang minum. Kurangnya masukkan energi pada orang-orang berpuasa, membuat tubuh harus mencari sumber energi yang tersimpan didalamnya, dan fungsi ini disebut autolisis. Autolisis adalah terpakainya simpanan lemak dalam tubuh untuk dijadikan sumber energi tubuh.
Liver bertugas mengubah lemak menjadi zat kimia bernama keton, senyawa metabolis asam asetoasetik dan asam betahidroksibtirik, dan kemudian mendistribusikannya keseluruh tubuh melalui aliran darah. Ketika penghancuran deposit lemak terjadi, asam lemak bebas dilepaskan ke dalam aliran darah, dan digunakan liver sebagai energi. Makin sedikit seseorang makan, makin banyak tubuh mengubah simpanan lemak, dan menciptakan keton, yang akumulasinya disebut ketosis.
Mencegah stroke
Manfaat puasa, menurut beberapa hasil penelitian ilmiah, antara lain dapat mengurangi risiko stroke. Puasa juga dapat memperbaiki kolesterol darah. Kadar kolesterol darah yang tinggi dalam jangka panjang akan menyumbat saluran pembuluh darah dalam bentuk aterosklerosis (pengapuran atau pengerasan pembuluh darah). Bila itu terjadi di otak akan berakibat stroke, dan bila terjadi didaerah jantung menyebabkan penyakit jantung. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa puasa dapat meningkatkan kolesterol darah HDL (yang sehat) 25 titik, dan menurunkan lemak trigliserol sekitar 20 titik. Lemak trigliserol merupakan bahan pembentuk kolesterol LDL (yang merusak kesehatan).
Meningkatkan Daya Tahan
Berpuasa ternyata juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Mekanismenya antara lain dengan pengurangan konsumsi kalori akan membuat berkurangnya laju metabolisme energi. Buktinya, suhu tubuh orang berpuasa akan menurun, dan itu menunjukan adanya pengurangan konsumsi oksigen.
Puasa juga akan mengurangi produksi senyawa oksigen bersifat racun (radikal bebas oksigen). Dilaporkan, sekitar 3% dari oksigen yang digunakan sel akan menghasilkan radikal bebas oksigen, dan itu akan menambah tumpukan oksigen racun, seperti anion superoksida (O2-) dan hidrogen peroksida (H2O2), yang secara alamiah terjadi dalam tubuh.
Kelebihan radikal bebas oksigen itu akan mengurangi aktivitas kerja enzim, sehingga menyebabkan terjadinya mutasi, dan kerusakan dinding sel. Ada sekitar 50 penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung dan stroke, yang disebabkan dan diperparah oleh senyawa radikal bebas. Sebuah hasil penelitian di Indonesia menunjukan bahwa puasa akan menekan produksi radikalbebas sekitar 90%, dan meningkatkan antioksidan sekitar 12%. Jadi, berpuasa berarti akan meningkatkan daya tahan tubuh.
Puasa dapat mengubah hidup anda
Puasa, bagi orang sehat, juga akan mengurangi risiko terkena penyakit diabetes tipe 2. Mekanismenya adalah pengurangan konsumsi kalori secara fisiologis akan mengurangi sirkulasi hormon insulin dan kadar gula darah. Ini akan meningkatkan sensitivitas hormon insulin dalam menormalkan kadar gula darah dan menurunkan suhu tubuh. Pengontrolan gula darah yang baik akan mencegah penyakit diabetes tipe – 2, yang disebabkan hormon insulin tidak sensitif lagi mengontrol gula darah.
Detoksifikasi
Detoksifikasi adalah argumen paling banyak dibicarakan dalam kaitan manfaat berpuasa. Detoksifikasi adalah proses normal tubuh mengeliminasi atau memurnikan racun melalui kolon, ginjal, paru-paru, kelenjar limpa, dan kulit. Proses ini dipercepat dengan berpuasa, karena ketika makanan tidak lagi memasuki tubuh, maka tubuh akan mengubah simpanan lemak menjadi energi. Nilai lemak pada manusia adalah 3.500 kalori per pon. Suatu nilai yang cukup untuk memberikan energi bagi aktivitas sehari-hari.
Simpanan lemak terjadi karena glukosa dan karbohidrat tidak digunakan sebagai sumber energi, untuk pertumbuhan, dan tidak diekresikan. Saat simpanan lemak digunakan untuk energi selama berpuasa, proses ini melepaskan zat kimia berasal dari asam lemak ke dalam sistem yang kemudian dieleminasi melalui organ-organ pembuangan. Zat kimia tidak dapat dalam makanan, tetapi diserap dari lingkungan seperti DDT, juga disimpan dalam deposit lemak, yang akan dilepaskan saat berpuasa. Pengujian feses, urin, dan keringat pada orang berpuasa telah menemukan DDT disetiap spesimen tersebut.
Manfaat puasa berikutnya adalah proses penyembuhan, yang dimulai dalam tubuh selama berpuasa. Selama berpuasa, energi dialihkan dari sistem pencernaan, karena energi tidak dibutuhkan untuk aktivitas pencernaan. Energi akan digunakan untuk metabolisme dan sistem kekebalan tubuh. Proses penyembuhan selama berpuasa dipercepat dengan pencarian sumber energi baru dalam tubuh.
Mencegah Tumor
Puasa juga berfungsi sebagai ”dokter bedah” yang menghilangkan sel-sel rusak dan lemah dalam tubuh. Rasa lapar orang berpuasa bisa menggerakan organ-organ internal tubuh untuk menghancurkan atau memakan sel-sel yang rusak atau lemah tadi untuk menutupi rasa lapar. Itu merupakan saat bagus bagi badan untuk mengganti sel-sel dan lemah tadi dengan sel-sel baru, sehingga bisa kembali berfungsi dan beraktivitas. Puasa juga berfungsi menjaga badan dari berbagai penambahan zat-zat berbahaya, seperti kelebihan kalsium, kelebihan daging, kelebihan lemak. Serta bisa pula mencegah terjadinya tumor ketika awal-awal pembentukannya.
Pertumbuhan sesuatu yang tidak normal dalam tubuh, seperti tumor dan sejenisnya, yang tidak mendapat dukungan penuh suplai makanan dalam tubuh lebih rentan terhadap autolisis. Selain itu, produksi protein untuk penggantian sel-sel yang rusak (sintesis protein) menjadi lebih efisien, karena kesalahan lebih sedikit dilakukan oleh kontrol genetik DNA/RNA, yang berperan dalam proses ini.
Efisiensi lebih baik dalam sintesa protein menghasilkan sel, organ dan jaringan lebih sehat. Itulah, mengapa hewan berhenti makan ketika mereka terluka, dan mengapa manusia kehilangan rasa lapar ketika sakit influensa. Kelaparan terbukti tiodak terjadi pada orang yang mengalami gastritis, tonsilitis, dan demam. Sebab, saat berpuasa, orang secara sadar mengalihkan energi darisistem pencernaan ke sistem kekebalan.
Mencegah Nacreous
Penyakit nacreous disebabkan kelebihan makanan, dan sering mengkonsumsi daging. Tubuh tidak mengurai berbagai protein dalam daging, sehingga menyebabkan tumpukan kelebihan urine dalam persendian, khususnya pada persendian jari-jari besar dikaki. Saat persendian terkena penyakit nucreous akan membengkak, memerah, dan disertai nyeri yang sangat. Terkadang kadar garam pada air kencing berlebih dalam darah, kemudian mengendap di ginjal, dan akhirnya mengkristal. Mengurangi porsi makan merupakan jalan utama bagi kesembuhan dari penyakit sangat berbahaya ini.
Hipertensi dan kardiak
Mereka yang memiliki tekanan darah tinggi ringan sampai sedang bersamaan dengan kelebihan berat badan dianjurkan untuk berpuasa, karena puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah. Mereka harus menemui dokter ahli untuk menyesuaikan pemberian obat. Misalnya, dosisi diuretik harus diturunkamn karena ditakutkan akan terjadi dehidrasi. Agen aksi panjang, seperti Inderal LA atau Tenormin, dapat diberikan sekali sehari sebelum sahur. Bagi mereka yang mengidap hipertensi berat atau sakit jantung diharapkan tidak berpuasa sama sekali.
Manfaat puasa yang paling dapat dibuktikan secara alamiah adalah peremajaan kem,bali dan perpanjangan harapan hidup. Metabolisme lebih rendah, produksi protein lebih efisien, meningkatnya sistem kekebalan, dan bertambahnya produksi hormon berkontribusi terhadap manfaat puasa. Hormon antipenuaan juga dihasilkan lebih efisien selama berpuasa.
Kadar Gula Darah
Puasa sangat bagus dalam menurunkan kadar gula dalam darah hingga mencapai kadar seimbang. Berdasarkan ini, puasa sesungguhnya memberikan kesempatan kepada kelenjar pankreas untuk beristirahat. Maka, pankreas pun mengeluarkan insulin yang menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak. Pabila makanan kelebihan kandungan insulin, maka pankreas akan mengalami tekanan dan melemah. Akhirnya pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya. Buntutnya, kadar gula darah akan merambat naik, hingga akhirnya muncul penyakit diabetes.
Sudah banyak dilakukan usaha pengobatan terhadap diabetes dengan mengikuti ”sistem puasa” selama lebih dari 10 jam dan kurang dari 20 jam. Setiap kelompok mendapatkan pengaruh sesuai keadaan. Kemudian, para penderita mengkonsumsi makanan ringan secara berurutan yang kurang dari 3 minggu. Metode ini telah mencapai hasil menakjubkan dalam pengobatan diabetes, dan tanpa menggunakan satupun obat-obatan kimiawi.
Pasien diabetes yang menggunakan agen hipoglikemia oral, seperti Orinase, bersamaan dengan melakukan diet harus berhati-hati jika mereka memutuskan untuk berpuasa. Mereka harus menurunkan dosisnya menjadi sepertiga, dan tidak mengkonsumsinya pada pagi hari, tetapi pada saat berbuka puasa. Bila terjadi gejala gula darah rendah di siang hari, mereka harus segera berbuka. Penderita diabetes yang bergantung pada insulin dianjurkan tidak melakukan puasa. Jika melakukannya, mereka harus diawasi dengan ketat, dan buat perubahan dosis insulin secara drastis. Ini untuk menghindari komplikasi dari berpuasa dan terapi insulin, seperti hipoglikemia atau diabetik ketoasidosis (DKA).
Mengabaikan anjuran ini, karena ada beberapa pasien bersikeras untuk melakukan puasa, akan Ditempatkan diri mereka pada risiko terserang komplikasi. Suatu penelitian, melibatkan penderita diabetes melitus yang bergantung pada insulin (IDDM), mencoba meneliti hasil akhir atas komplikasi yang akan ierjadi.
Suatu keloropok terdiri dari 15 pasien (9 orang pria dan (> orang wanita), sebanyak II orang IDDM dan 4 orang non-insulin-dependeni diabetes (NIDDM) yang ditangani dengan insulin, dan rata-rata durasi diabetes sebanyak 8,5 tahun (antara 5 tahun sampai 12 tahun), diperiksa secara klinis dan laboratorium atas indeks masa tubuh (BMI), Hb Ale, dan keadaan lipida sebelum dan sesudah Ramadhan. Setiap pasien diberikan tiga kali injeksi insulin aksi pendek sehari, 2 kali sebelum makan (sahur dan berbuka), dan satu pada malam hari dengan insulin aksi sedang. Setiap pasien melakukan pemantauan glukosa darah kapiler harian (4 sampai 6 kali perhari) dan pengujian Linn untuk ketone. Seluruh subyek menyelesaikan puasa selama sebulan tanpa disertai komplikasi serius (tidak ada hipoglUiemia atau DKA).
Me ski sejumlah pasien menunjukkan beberapa kemajuan dalarn Hb A1c, BMI dan nilai kolesterol, kemajuan tersebut secara statistik tidak signifikan. Bisa disimpulkan, terapi injeksi insulin berganda dapat digunakan secara aman, dengan pemantauan tepat dan pengawasan profesional pada pasien IDDM yang bertekad berpuasa di bulan Ramadhan, tanpa mengganggu kontrol glikemia. Penelitian dengan skala lebih besar dibutuhkan untuk mendukung temuan ini. (VH) (Sumber: Ethical Digest, No.8, thn II, Oktober 2004, hal. 25-27)
Ibadah puasa bukan hanya dikenal dalam agama Islam. Tetapi juga dalam ajaran agama-agama lain. Ibadah puasa, secara teknis berlangsung sekitar 12 jam. Puasa secara kimia, tidak diakhiri ketika simpanan karbohidrat ditubuh mulai ditubuh mulai digunakan sebagai sumber energi. Ia akan terus berlanjut selama simpanan lemak dan karbohidrat digunakan untuk energi. Ia akan terus berlanjut selama simpanan lemak dan karbohidrat digunakan untuk energi. Beda dengan pemakaian simpanan protein. Ketika simpanan protein dihabiskan untuk energi, yang mengakibatkan hilangnya masa otot, secara teknis orang bersangkutan akan merasa kelaparan.
Dari aspek gizi, puasa paling tidak akan mengurangi asupan zat gizi, terutama kalori, sekitar 20% sampai 30%. Namun, dari aspek kesehatan, puasa ternyata memberi manfaat terhadap tubuh orang yang menahan lapar dan haus tersebut. Maka, dibeberapa negara maju, puasa dijadikan sebagai salah satu upaya terapi terapi terhadap beberapa penyakit degeneratif.
Puasa sebagaimana diketahui dari ajaran agama, memberi manfaat bagi kesehatan tubuh dan jiwa pelakunya. Tidak sedikit komunitas pengguna pengobatan alternatif di dunia percaya, meyakini, bahwa berpuasa dapat memberikan keajaiban bagi tubuh manusia. Sebab ajaran ini juga dikenal dalam masyarakat Kristen dan masyarakat Yahudi.
Orang-orang berpuasa akan mengalami perubahan bentukl tubuh, akibat kurang makan, kurang minum. Kurangnya masukkan energi pada orang-orang berpuasa, membuat tubuh harus mencari sumber energi yang tersimpan didalamnya, dan fungsi ini disebut autolisis. Autolisis adalah terpakainya simpanan lemak dalam tubuh untuk dijadikan sumber energi tubuh.
Liver bertugas mengubah lemak menjadi zat kimia bernama keton, senyawa metabolis asam asetoasetik dan asam betahidroksibtirik, dan kemudian mendistribusikannya keseluruh tubuh melalui aliran darah. Ketika penghancuran deposit lemak terjadi, asam lemak bebas dilepaskan ke dalam aliran darah, dan digunakan liver sebagai energi. Makin sedikit seseorang makan, makin banyak tubuh mengubah simpanan lemak, dan menciptakan keton, yang akumulasinya disebut ketosis.
Mencegah stroke
Manfaat puasa, menurut beberapa hasil penelitian ilmiah, antara lain dapat mengurangi risiko stroke. Puasa juga dapat memperbaiki kolesterol darah. Kadar kolesterol darah yang tinggi dalam jangka panjang akan menyumbat saluran pembuluh darah dalam bentuk aterosklerosis (pengapuran atau pengerasan pembuluh darah). Bila itu terjadi di otak akan berakibat stroke, dan bila terjadi didaerah jantung menyebabkan penyakit jantung. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa puasa dapat meningkatkan kolesterol darah HDL (yang sehat) 25 titik, dan menurunkan lemak trigliserol sekitar 20 titik. Lemak trigliserol merupakan bahan pembentuk kolesterol LDL (yang merusak kesehatan).
Meningkatkan Daya Tahan
Berpuasa ternyata juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Mekanismenya antara lain dengan pengurangan konsumsi kalori akan membuat berkurangnya laju metabolisme energi. Buktinya, suhu tubuh orang berpuasa akan menurun, dan itu menunjukan adanya pengurangan konsumsi oksigen.
Puasa juga akan mengurangi produksi senyawa oksigen bersifat racun (radikal bebas oksigen). Dilaporkan, sekitar 3% dari oksigen yang digunakan sel akan menghasilkan radikal bebas oksigen, dan itu akan menambah tumpukan oksigen racun, seperti anion superoksida (O2-) dan hidrogen peroksida (H2O2), yang secara alamiah terjadi dalam tubuh.
Kelebihan radikal bebas oksigen itu akan mengurangi aktivitas kerja enzim, sehingga menyebabkan terjadinya mutasi, dan kerusakan dinding sel. Ada sekitar 50 penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung dan stroke, yang disebabkan dan diperparah oleh senyawa radikal bebas. Sebuah hasil penelitian di Indonesia menunjukan bahwa puasa akan menekan produksi radikalbebas sekitar 90%, dan meningkatkan antioksidan sekitar 12%. Jadi, berpuasa berarti akan meningkatkan daya tahan tubuh.
Puasa dapat mengubah hidup anda
Puasa, bagi orang sehat, juga akan mengurangi risiko terkena penyakit diabetes tipe 2. Mekanismenya adalah pengurangan konsumsi kalori secara fisiologis akan mengurangi sirkulasi hormon insulin dan kadar gula darah. Ini akan meningkatkan sensitivitas hormon insulin dalam menormalkan kadar gula darah dan menurunkan suhu tubuh. Pengontrolan gula darah yang baik akan mencegah penyakit diabetes tipe – 2, yang disebabkan hormon insulin tidak sensitif lagi mengontrol gula darah.
Detoksifikasi
Detoksifikasi adalah argumen paling banyak dibicarakan dalam kaitan manfaat berpuasa. Detoksifikasi adalah proses normal tubuh mengeliminasi atau memurnikan racun melalui kolon, ginjal, paru-paru, kelenjar limpa, dan kulit. Proses ini dipercepat dengan berpuasa, karena ketika makanan tidak lagi memasuki tubuh, maka tubuh akan mengubah simpanan lemak menjadi energi. Nilai lemak pada manusia adalah 3.500 kalori per pon. Suatu nilai yang cukup untuk memberikan energi bagi aktivitas sehari-hari.
Simpanan lemak terjadi karena glukosa dan karbohidrat tidak digunakan sebagai sumber energi, untuk pertumbuhan, dan tidak diekresikan. Saat simpanan lemak digunakan untuk energi selama berpuasa, proses ini melepaskan zat kimia berasal dari asam lemak ke dalam sistem yang kemudian dieleminasi melalui organ-organ pembuangan. Zat kimia tidak dapat dalam makanan, tetapi diserap dari lingkungan seperti DDT, juga disimpan dalam deposit lemak, yang akan dilepaskan saat berpuasa. Pengujian feses, urin, dan keringat pada orang berpuasa telah menemukan DDT disetiap spesimen tersebut.
Manfaat puasa berikutnya adalah proses penyembuhan, yang dimulai dalam tubuh selama berpuasa. Selama berpuasa, energi dialihkan dari sistem pencernaan, karena energi tidak dibutuhkan untuk aktivitas pencernaan. Energi akan digunakan untuk metabolisme dan sistem kekebalan tubuh. Proses penyembuhan selama berpuasa dipercepat dengan pencarian sumber energi baru dalam tubuh.
Mencegah Tumor
Puasa juga berfungsi sebagai ”dokter bedah” yang menghilangkan sel-sel rusak dan lemah dalam tubuh. Rasa lapar orang berpuasa bisa menggerakan organ-organ internal tubuh untuk menghancurkan atau memakan sel-sel yang rusak atau lemah tadi untuk menutupi rasa lapar. Itu merupakan saat bagus bagi badan untuk mengganti sel-sel dan lemah tadi dengan sel-sel baru, sehingga bisa kembali berfungsi dan beraktivitas. Puasa juga berfungsi menjaga badan dari berbagai penambahan zat-zat berbahaya, seperti kelebihan kalsium, kelebihan daging, kelebihan lemak. Serta bisa pula mencegah terjadinya tumor ketika awal-awal pembentukannya.
Pertumbuhan sesuatu yang tidak normal dalam tubuh, seperti tumor dan sejenisnya, yang tidak mendapat dukungan penuh suplai makanan dalam tubuh lebih rentan terhadap autolisis. Selain itu, produksi protein untuk penggantian sel-sel yang rusak (sintesis protein) menjadi lebih efisien, karena kesalahan lebih sedikit dilakukan oleh kontrol genetik DNA/RNA, yang berperan dalam proses ini.
Efisiensi lebih baik dalam sintesa protein menghasilkan sel, organ dan jaringan lebih sehat. Itulah, mengapa hewan berhenti makan ketika mereka terluka, dan mengapa manusia kehilangan rasa lapar ketika sakit influensa. Kelaparan terbukti tiodak terjadi pada orang yang mengalami gastritis, tonsilitis, dan demam. Sebab, saat berpuasa, orang secara sadar mengalihkan energi darisistem pencernaan ke sistem kekebalan.
Mencegah Nacreous
Penyakit nacreous disebabkan kelebihan makanan, dan sering mengkonsumsi daging. Tubuh tidak mengurai berbagai protein dalam daging, sehingga menyebabkan tumpukan kelebihan urine dalam persendian, khususnya pada persendian jari-jari besar dikaki. Saat persendian terkena penyakit nucreous akan membengkak, memerah, dan disertai nyeri yang sangat. Terkadang kadar garam pada air kencing berlebih dalam darah, kemudian mengendap di ginjal, dan akhirnya mengkristal. Mengurangi porsi makan merupakan jalan utama bagi kesembuhan dari penyakit sangat berbahaya ini.
Hipertensi dan kardiak
Mereka yang memiliki tekanan darah tinggi ringan sampai sedang bersamaan dengan kelebihan berat badan dianjurkan untuk berpuasa, karena puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah. Mereka harus menemui dokter ahli untuk menyesuaikan pemberian obat. Misalnya, dosisi diuretik harus diturunkamn karena ditakutkan akan terjadi dehidrasi. Agen aksi panjang, seperti Inderal LA atau Tenormin, dapat diberikan sekali sehari sebelum sahur. Bagi mereka yang mengidap hipertensi berat atau sakit jantung diharapkan tidak berpuasa sama sekali.
Manfaat puasa yang paling dapat dibuktikan secara alamiah adalah peremajaan kem,bali dan perpanjangan harapan hidup. Metabolisme lebih rendah, produksi protein lebih efisien, meningkatnya sistem kekebalan, dan bertambahnya produksi hormon berkontribusi terhadap manfaat puasa. Hormon antipenuaan juga dihasilkan lebih efisien selama berpuasa.
Kadar Gula Darah
Puasa sangat bagus dalam menurunkan kadar gula dalam darah hingga mencapai kadar seimbang. Berdasarkan ini, puasa sesungguhnya memberikan kesempatan kepada kelenjar pankreas untuk beristirahat. Maka, pankreas pun mengeluarkan insulin yang menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak. Pabila makanan kelebihan kandungan insulin, maka pankreas akan mengalami tekanan dan melemah. Akhirnya pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya. Buntutnya, kadar gula darah akan merambat naik, hingga akhirnya muncul penyakit diabetes.
Sudah banyak dilakukan usaha pengobatan terhadap diabetes dengan mengikuti ”sistem puasa” selama lebih dari 10 jam dan kurang dari 20 jam. Setiap kelompok mendapatkan pengaruh sesuai keadaan. Kemudian, para penderita mengkonsumsi makanan ringan secara berurutan yang kurang dari 3 minggu. Metode ini telah mencapai hasil menakjubkan dalam pengobatan diabetes, dan tanpa menggunakan satupun obat-obatan kimiawi.
Pasien diabetes yang menggunakan agen hipoglikemia oral, seperti Orinase, bersamaan dengan melakukan diet harus berhati-hati jika mereka memutuskan untuk berpuasa. Mereka harus menurunkan dosisnya menjadi sepertiga, dan tidak mengkonsumsinya pada pagi hari, tetapi pada saat berbuka puasa. Bila terjadi gejala gula darah rendah di siang hari, mereka harus segera berbuka. Penderita diabetes yang bergantung pada insulin dianjurkan tidak melakukan puasa. Jika melakukannya, mereka harus diawasi dengan ketat, dan buat perubahan dosis insulin secara drastis. Ini untuk menghindari komplikasi dari berpuasa dan terapi insulin, seperti hipoglikemia atau diabetik ketoasidosis (DKA).
Mengabaikan anjuran ini, karena ada beberapa pasien bersikeras untuk melakukan puasa, akan Ditempatkan diri mereka pada risiko terserang komplikasi. Suatu penelitian, melibatkan penderita diabetes melitus yang bergantung pada insulin (IDDM), mencoba meneliti hasil akhir atas komplikasi yang akan ierjadi.
Suatu keloropok terdiri dari 15 pasien (9 orang pria dan (> orang wanita), sebanyak II orang IDDM dan 4 orang non-insulin-dependeni diabetes (NIDDM) yang ditangani dengan insulin, dan rata-rata durasi diabetes sebanyak 8,5 tahun (antara 5 tahun sampai 12 tahun), diperiksa secara klinis dan laboratorium atas indeks masa tubuh (BMI), Hb Ale, dan keadaan lipida sebelum dan sesudah Ramadhan. Setiap pasien diberikan tiga kali injeksi insulin aksi pendek sehari, 2 kali sebelum makan (sahur dan berbuka), dan satu pada malam hari dengan insulin aksi sedang. Setiap pasien melakukan pemantauan glukosa darah kapiler harian (4 sampai 6 kali perhari) dan pengujian Linn untuk ketone. Seluruh subyek menyelesaikan puasa selama sebulan tanpa disertai komplikasi serius (tidak ada hipoglUiemia atau DKA).
Me ski sejumlah pasien menunjukkan beberapa kemajuan dalarn Hb A1c, BMI dan nilai kolesterol, kemajuan tersebut secara statistik tidak signifikan. Bisa disimpulkan, terapi injeksi insulin berganda dapat digunakan secara aman, dengan pemantauan tepat dan pengawasan profesional pada pasien IDDM yang bertekad berpuasa di bulan Ramadhan, tanpa mengganggu kontrol glikemia. Penelitian dengan skala lebih besar dibutuhkan untuk mendukung temuan ini. (VH) (Sumber: Ethical Digest, No.8, thn II, Oktober 2004, hal. 25-27)
Jumat, 01 Juli 2011
Menjaga Kebugaran
Kebugaran adalah kondisi seseorang dimana ia sanggup beradaptasi terhadap pembebanan fisik tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan.
Kebugaran bisa diukur dari kemampuan seseorang mengambil oksigen dari atmosfer ke dalam paru-paru dan kemudian darah, dan kemudian memompanya melalui jantung ke otot (dinyatakan sebagai VO2 Max, ml/kg.mnt)
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebugaran
Keturunan. Berdasarkan penelitian Malina dan Bouchard (1991) diketahui bahwa keturunan bertanggung jawab atas 25% - 40% perbedaan tingkat kebugaran.
Jenis Kelamin. Tingkat kebugaran laki-laki dan perempuan sebelum usia puber adalah sama. Namun setelah puber laki-laki cenderung lebih bugar daripada perempuan. Ini karena laki-laki memiliki jumlah hemoglobin dan besar otot yang lebih daripada yang dimiliki perempuan. Selain itu, perempuan cenderung memiliki kandungan lemak yang lebih banyak pada tubuhnya dibandingkan dengan laki-laki.
Usia. Pada usia aktif, seseorang bisa mengalami penurunan tingkat kebugaran 4% - 5%. Sementara itu pada usia yang sudah tidak aktif, seseorang bisa mengalami penurunan tingkat kebugaran 8% - 10%. Jadi seseorang yang berada pada usia aktif lebih bugar daripada mereka yang berada pada usia tidak aktif.
Lemak. Kadar lemak yang meningkat akan menurunkan tingkat kebugaran. Lemak yang menumpuk di otot dan jaringan akan mengganngu peredaran darah yang mengantarkan oksigen. Oksigen berperan mengoksidari karbohidrat dan lemak menjadi energi yang kita perlukan untuk beraktivitas.
Aktivitas Fisik. Orang yang berolahraga secara teratur akan memilki kebugaran yang lebih baik daripada mereka yang tidak berolahraga.
Nah, kalau soal keturunan, jenis kelamin, dan usia itu adalah faktor tak bisa kita ubah. Akan tetapi kita masih bisa mengendalikan faktor lemak dan aktivitas fisik. Jadi mulai sekarang perhatikan kadar lemak tubuh kita dan mulailah berolahraga secara teratur agar kita bisa menjaga kebugaran tubuh kita.
ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kebugaran seseorang. Salah satunya adalah aktivitas fisik. Nah, kali ini kita akan membahas olahraga sebagai aktivitas yang dapat meningkatkan kebugaran.
Bugar dengan Berolahraga
Masih ingat kan, bugar adalah kondisi seseorang dimana ia sanggup beradaptasi terhadap pembebanan fisik tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan. Kalau membicarakan tema ini, aku selalu teringat pada satu peristiwa semasa SMP dulu. Suatu ketika, bu Naim, Guru Fisika kami, tidak hadir karena sakit. Kami pun menelepon beliau, memberitahukan bahwa sepulang sekolah kami akan silaturahim ke tempatnya. Berbekal alamat yang kami dapat dari yellowpages dan ancer-ancer beliau, kami pun berangkat.
Naik apa ya? Berhubung temanku membawa sepeda maka kami pun berangkat berdua dengan menaiki sepeda. Temanku memboncengkanku mulai dari sekolah (di Gondangrejo-Manahan) sampai ke Pasar Nusukan. Selanjutnya gantian, aku memboncengkan temanku mulai dari Pasar Nusukan sampai ke tujuan. Dekat sih, rumah guruku itu di perumahan yang letaknya di sebelah barat Palang Joglo. Meski dekat, nafasku itu lho, sampai ngos-ngosan ... Aku memang tidak biasa bersepeda, aku biasanya pergi-pulang sekolah naik bis atau dibonceng motor Bapak. Eh .. sampai di rumah, aku capeeeeek .. banget. Malamnya, aku nggak bisa tidur, badanku capek, lebih-lebih kakiku. Kakiku njarem. Nah .. ini adalah contoh buruk akibat tingkat kebugaran tubuh yang rendah. Nggak pernah olahraga sih,
(Olahraganya cuma seminggu sekali pas pelajaran olahraga aja, hehe ..)
http://emakhoirotunnisa.blogspot.com/2011/05/menjaga-kebugaran-2.html
Kebugaran bisa diukur dari kemampuan seseorang mengambil oksigen dari atmosfer ke dalam paru-paru dan kemudian darah, dan kemudian memompanya melalui jantung ke otot (dinyatakan sebagai VO2 Max, ml/kg.mnt)
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebugaran
Keturunan. Berdasarkan penelitian Malina dan Bouchard (1991) diketahui bahwa keturunan bertanggung jawab atas 25% - 40% perbedaan tingkat kebugaran.
Jenis Kelamin. Tingkat kebugaran laki-laki dan perempuan sebelum usia puber adalah sama. Namun setelah puber laki-laki cenderung lebih bugar daripada perempuan. Ini karena laki-laki memiliki jumlah hemoglobin dan besar otot yang lebih daripada yang dimiliki perempuan. Selain itu, perempuan cenderung memiliki kandungan lemak yang lebih banyak pada tubuhnya dibandingkan dengan laki-laki.
Usia. Pada usia aktif, seseorang bisa mengalami penurunan tingkat kebugaran 4% - 5%. Sementara itu pada usia yang sudah tidak aktif, seseorang bisa mengalami penurunan tingkat kebugaran 8% - 10%. Jadi seseorang yang berada pada usia aktif lebih bugar daripada mereka yang berada pada usia tidak aktif.
Lemak. Kadar lemak yang meningkat akan menurunkan tingkat kebugaran. Lemak yang menumpuk di otot dan jaringan akan mengganngu peredaran darah yang mengantarkan oksigen. Oksigen berperan mengoksidari karbohidrat dan lemak menjadi energi yang kita perlukan untuk beraktivitas.
Aktivitas Fisik. Orang yang berolahraga secara teratur akan memilki kebugaran yang lebih baik daripada mereka yang tidak berolahraga.
Nah, kalau soal keturunan, jenis kelamin, dan usia itu adalah faktor tak bisa kita ubah. Akan tetapi kita masih bisa mengendalikan faktor lemak dan aktivitas fisik. Jadi mulai sekarang perhatikan kadar lemak tubuh kita dan mulailah berolahraga secara teratur agar kita bisa menjaga kebugaran tubuh kita.
ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kebugaran seseorang. Salah satunya adalah aktivitas fisik. Nah, kali ini kita akan membahas olahraga sebagai aktivitas yang dapat meningkatkan kebugaran.
Bugar dengan Berolahraga
Masih ingat kan, bugar adalah kondisi seseorang dimana ia sanggup beradaptasi terhadap pembebanan fisik tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan. Kalau membicarakan tema ini, aku selalu teringat pada satu peristiwa semasa SMP dulu. Suatu ketika, bu Naim, Guru Fisika kami, tidak hadir karena sakit. Kami pun menelepon beliau, memberitahukan bahwa sepulang sekolah kami akan silaturahim ke tempatnya. Berbekal alamat yang kami dapat dari yellowpages dan ancer-ancer beliau, kami pun berangkat.
Naik apa ya? Berhubung temanku membawa sepeda maka kami pun berangkat berdua dengan menaiki sepeda. Temanku memboncengkanku mulai dari sekolah (di Gondangrejo-Manahan) sampai ke Pasar Nusukan. Selanjutnya gantian, aku memboncengkan temanku mulai dari Pasar Nusukan sampai ke tujuan. Dekat sih, rumah guruku itu di perumahan yang letaknya di sebelah barat Palang Joglo. Meski dekat, nafasku itu lho, sampai ngos-ngosan ... Aku memang tidak biasa bersepeda, aku biasanya pergi-pulang sekolah naik bis atau dibonceng motor Bapak. Eh .. sampai di rumah, aku capeeeeek .. banget. Malamnya, aku nggak bisa tidur, badanku capek, lebih-lebih kakiku. Kakiku njarem. Nah .. ini adalah contoh buruk akibat tingkat kebugaran tubuh yang rendah. Nggak pernah olahraga sih,
(Olahraganya cuma seminggu sekali pas pelajaran olahraga aja, hehe ..)
http://emakhoirotunnisa.blogspot.com/2011/05/menjaga-kebugaran-2.html
Senin, 13 Juni 2011
Beri Ruang Akhwat untuk bekerja
1. ada hasil 'bacabuku' yg g bisa jadi bahan kicauan. kultwit ini hasil perenungan pasca bincang2 d sela 'menghadapibuku'. #akhwat
2. prinsipnya #akhwat maupun ikhwan wajib serta sama miliki peluang berkontribusi di berbagai ranah.rumatangga maupun publik
3. adakalanya terjadi situasi ketika sebuah lokus dakwah butuh sentuhan #akhwat,lalu akhwat bergiat di sana, yang terjadi justru dilema
4. dilema #akhwat braktivitas publik bisa krn psoalan konfiden, bisa krn pemahaman batas pergaulan.tp yg paling sedih jika krn pbenturan peran
5. ada kacamata buram yang masih dipakai kala melihat #akhwat aktif.mulai dari stigma karakter negatif sampai jenis istri yang ditakuti suami
6. sy&bu linda - kabid perempuan - semalam sempat pbincangkan ini di sela rapat BPH (ya benar,rapatnya smp malam.kami msg2 bawa 3 anak) #akhwat
7. anak tertua kami bkan kebetulan sekelas.sama2 kelas 1 SD.banyak kesamaan.sama2 sdg tak punya khadimat :) smp anak2 diajak ikut rapat #akhwat
8. tak menafikan ada debu & luka ketika seorg #akhwat aktif.tapi membekapnya dg hujan kritik yg tak proporsional agaknya bukan penyelesaian.
9. bukankah kini penegasan untuk bekerja. bekerjalah wahai ikhwan maupun #akhwat
10. maka jawabannya adalah support system.ini diskusi yg sgt klasik.sy ingat sudah dibahas ketika sy msh #akhwat piyik
11. Ust @anismatta menyeru antara lain para suami & dewan syariah, agar speed #akhwat bertambah, maka buat jalannya mulus & kurangi polisi tidur
12. dilema peran #akhwat aktif d rumahtangga bisa dminimalk dg delegasi & tknologi.@anismatta. abaikan romantisme baju hrs dicuci o tangan istri
13. ada persoalan lain ketika aktivitas #akhwat dalam dakwah segala lini tidak korelatif dengan peningkatan maisyah kluarga,bahkan sebaliknya
14. sdhpun belanja klg teralokasikan utk dakwah,urusan pengasuhan anak - & perhatian anak mertua - jg sering dianggap jd problem #akhwat
15. akan selalu jadi apologi jika dakwah publik #akhwat & amanah manziliyah/keluarga terus menerus dibenturkan
16. tipikal anak kader yg CPO atau para bapak saling kompori segerakan menikah (lagi), dg asbab umi kelewat sibuk dakwah shg tak perhatikan klg
17. wkt para bapak bawa anak2 liqo krn umi mimpin rapat,biasanya komentar lbh panjang dibandingkn jk situasi sebaliknya.sungguh tak adil #akhwat
18. ini bukan hanya persoalan pemenuhan kuota 30%.apalagi feminisasi #akhwat.realitas dunia saat ini sedemikian kompleks dihadapi ikhwan sdirian
19. solusinya bisa djumpai pada sejumlah qudwah #akhwat.alm #BundaYoyoh contoh paling aplikatif.13 anak,sibuk tak kepalang.dobrak kemustahilan
20. bu wiwi mutammimul ula.10 dari 11 anaknya phafal quran.sibuk tak kepalang.mengapa kita,#akhwat,enggan bkerja lbh keras memungut hamasyah mrk
21. sy pribadi pernah dtegur keras oleh bu wiwi krn menyebut bhw kemustahilan utk seimbangkan smua peran seakan enggan pergi dari kepala #akhwat
22. bliau tegaskn tak ada yg tak mungkin jk Allah bkehendak.musuh islam kerja keras ubah dunia.mgp kita yg berada di jalan dakwah ciut #akhwat
23. maka berikut bbrp kata kunci totalitas peran #akhwat: azzam.hamasyah.semua sepakat itulah yg menonjol dr alm. #BundaYoyoh
24. atau asma bt abubakar yg mdaki tebing curam dlm keadaan hamil tua #akhwat
25. lalu keyword optimalisasi peran #akhwat utk konteks yg lbh struktural adalah support system (maaf jk hrs mengulang frasa ini kbali)
26. tumbuhkan kultur agar #akhwat semangat utk belajar maupun bekerja.berkontribusi di semua lini.beri pupuk motivasi & ilmu.bkn bensin hujatan
27. mdukung penuh kebijakan utk jadikan ktahanan keluarga sbg persoalan jamai.dipikirkan,dipecahkan secara jamai.#akhwat tak lagi bjuang soliter
28. pd akhirnya kita semua,ikhwan wal #akhwat,akan mmpsembahkan sgenap koleksi amal tbaik.di dunia maupun di jannah kelak. insya Allah
http://dettifebrina.blogspot.com/2011/06/beri-ruang-akhwat-untuk-bekerja.html
2. prinsipnya #akhwat maupun ikhwan wajib serta sama miliki peluang berkontribusi di berbagai ranah.rumatangga maupun publik
3. adakalanya terjadi situasi ketika sebuah lokus dakwah butuh sentuhan #akhwat,lalu akhwat bergiat di sana, yang terjadi justru dilema
4. dilema #akhwat braktivitas publik bisa krn psoalan konfiden, bisa krn pemahaman batas pergaulan.tp yg paling sedih jika krn pbenturan peran
5. ada kacamata buram yang masih dipakai kala melihat #akhwat aktif.mulai dari stigma karakter negatif sampai jenis istri yang ditakuti suami
6. sy&bu linda - kabid perempuan - semalam sempat pbincangkan ini di sela rapat BPH (ya benar,rapatnya smp malam.kami msg2 bawa 3 anak) #akhwat
7. anak tertua kami bkan kebetulan sekelas.sama2 kelas 1 SD.banyak kesamaan.sama2 sdg tak punya khadimat :) smp anak2 diajak ikut rapat #akhwat
8. tak menafikan ada debu & luka ketika seorg #akhwat aktif.tapi membekapnya dg hujan kritik yg tak proporsional agaknya bukan penyelesaian.
9. bukankah kini penegasan untuk bekerja. bekerjalah wahai ikhwan maupun #akhwat
10. maka jawabannya adalah support system.ini diskusi yg sgt klasik.sy ingat sudah dibahas ketika sy msh #akhwat piyik
11. Ust @anismatta menyeru antara lain para suami & dewan syariah, agar speed #akhwat bertambah, maka buat jalannya mulus & kurangi polisi tidur
12. dilema peran #akhwat aktif d rumahtangga bisa dminimalk dg delegasi & tknologi.@anismatta. abaikan romantisme baju hrs dicuci o tangan istri
13. ada persoalan lain ketika aktivitas #akhwat dalam dakwah segala lini tidak korelatif dengan peningkatan maisyah kluarga,bahkan sebaliknya
14. sdhpun belanja klg teralokasikan utk dakwah,urusan pengasuhan anak - & perhatian anak mertua - jg sering dianggap jd problem #akhwat
15. akan selalu jadi apologi jika dakwah publik #akhwat & amanah manziliyah/keluarga terus menerus dibenturkan
16. tipikal anak kader yg CPO atau para bapak saling kompori segerakan menikah (lagi), dg asbab umi kelewat sibuk dakwah shg tak perhatikan klg
17. wkt para bapak bawa anak2 liqo krn umi mimpin rapat,biasanya komentar lbh panjang dibandingkn jk situasi sebaliknya.sungguh tak adil #akhwat
18. ini bukan hanya persoalan pemenuhan kuota 30%.apalagi feminisasi #akhwat.realitas dunia saat ini sedemikian kompleks dihadapi ikhwan sdirian
19. solusinya bisa djumpai pada sejumlah qudwah #akhwat.alm #BundaYoyoh contoh paling aplikatif.13 anak,sibuk tak kepalang.dobrak kemustahilan
20. bu wiwi mutammimul ula.10 dari 11 anaknya phafal quran.sibuk tak kepalang.mengapa kita,#akhwat,enggan bkerja lbh keras memungut hamasyah mrk
21. sy pribadi pernah dtegur keras oleh bu wiwi krn menyebut bhw kemustahilan utk seimbangkan smua peran seakan enggan pergi dari kepala #akhwat
22. bliau tegaskn tak ada yg tak mungkin jk Allah bkehendak.musuh islam kerja keras ubah dunia.mgp kita yg berada di jalan dakwah ciut #akhwat
23. maka berikut bbrp kata kunci totalitas peran #akhwat: azzam.hamasyah.semua sepakat itulah yg menonjol dr alm. #BundaYoyoh
24. atau asma bt abubakar yg mdaki tebing curam dlm keadaan hamil tua #akhwat
25. lalu keyword optimalisasi peran #akhwat utk konteks yg lbh struktural adalah support system (maaf jk hrs mengulang frasa ini kbali)
26. tumbuhkan kultur agar #akhwat semangat utk belajar maupun bekerja.berkontribusi di semua lini.beri pupuk motivasi & ilmu.bkn bensin hujatan
27. mdukung penuh kebijakan utk jadikan ktahanan keluarga sbg persoalan jamai.dipikirkan,dipecahkan secara jamai.#akhwat tak lagi bjuang soliter
28. pd akhirnya kita semua,ikhwan wal #akhwat,akan mmpsembahkan sgenap koleksi amal tbaik.di dunia maupun di jannah kelak. insya Allah
http://dettifebrina.blogspot.com/2011/06/beri-ruang-akhwat-untuk-bekerja.html
Langganan:
Postingan (Atom)
